Home Forum / Message Board About Us / Community Profile  
Gallery
News & Calendar
Member List
Miscellaneous Stuffs
Links
Rules & Conditions
Knowledge Base / All about StarTrek Universe


 

CHANNELS :

Indo-Startrek Mailing List  Indo-Startrek on Twitter  Indo-StarTrek on Facebook

 

[ Msg Admin ]


 

STARFLEET RECORDS
[KNOWLEDGE-BASE]

   
   
Sort: [Newest Entry] or [Alphabet]

Battle of Wolf 359
Personal Communicator
William T. Riker
Jean-Luc Picard
LCARS
Warp Velocity
Warp Engine
Tricorder
Wormhole
Stardate
Bridge
Cardassian Wars
Holodeck
 

Holodeck
Posted Stardate: 2006.0731

Contributed by: Ario Wirawan

Holodeck adalah campuran teknologi force field, holografik dan replicator. Mengenai keterlibatan teknologi replicator ini memang masih jadi perdebatan karena dari tim produksi serial-serial Star Trek sendiri masih tidak konsisten dalam penerapannya. Sementara ini kita abaikan dulu ketidakkonsistenan ini dan kita masukkan faktor teknologi replicator di dalamnya. Di dalam ruang holodeck, ada subjek dan objek. Orang-orang yang masuk ke dalam ruang holodeck bersama barang-barang yang dibawa ke dalamnya adalah subjek, sementara orang-orang dan barang-barang yang 'diciptakan' dalam holodeck adalah objek. Bagaimana objek diciptakan oleh holodeck?


Holodeck in USS Enterprise D


Objek (dari perspektif subjek) bisa tercipta melalui beberapa alternatif:

1. Berupa force field berbentuk objek (misalnya objeknya bola, ya force field berbentuk bulat) yang dibungkus oleh hologram. Ini kalau objek berinteraksi langsung (kena secara fisik) dengan subjek.
2. Berupa hologram kosong tanpa force field. Ini untuk objek yang dilihat oleh subjek, tapi tidak kena secara fisik (nggak bisa dipegang).
3. Benda betulan yang diciptakan oleh replicator. Ini untuk objek yang kena secara fisik dengan subjek, yang umumnya berukuran sangat kecil atau tidak punya bentuk yang jelas. Misalnya pasir atau air. Keep in mind sementara ini bahwa kita mengabaikan ketidakkonsistenan dalam produksi serial.


Intinya, subjek berinteraksi dengan objek sesuai program yang sudah ditulis sebelumnya. Alur cerita dan program dikembangkan oleh komputer sesuai interaktivitas antara subjek dan objek dengan serangkaian kemungkinan-kemungkinan yang muncul akibat interaktivitas tersebut. Satu faktor penting lain yang terlibat adalah sistem layar virtual (anggaplah layar seperti di bioskop, tapi tidak dalam bentuk fisik) yang posisinya terus berpindah-pindah dan/atau jumlahnya ada beberapa dalam posisi yang disesuaikan dengan pandangan mata subjek orang-orang yang ada di dalam holodeck. Ini contoh penerapan sederhana:

Ruang holodeck berukuran 10 meter x 10 meter. Ada 2 orang, kita sebut saja Riker dan Worf, masuk holodeck. Mereka masuk bawa bola dan mengaktifkan program lapangan sepakbola kosong untuk latihan penalti. Riker ada pada posisi titik penalti, Worf ada pada posisi penjaga gawang. Jarak di antara mereka sekitar 12 meter. Ini aja udah nggak mungkin kan? Ruangan aja cuma 10 meter, masa jarak mereka 12 meter? Eh, bisa sih kalo posisinya diagonal. Anyway, sebetulnya begini...

Program diaktifkan pada posisi Worf dan Riker muncul di tengah lapangan. Lalu mereka berdua jalan bersama ke arah yang sama, yaitu arah salah satu gawang. Sebetulnya saat ini mereka berdua hanya jalan di treadmill force field (jadi sebetulnya jalan di tempat), sementara di depan mereka tampak layar virtual dengan gambar sisi gawang yang mereka tuju itu semakin lama semakin membesar sesuai perspektif perbandingan jarak yang mereka tempuh. Mereka berdua tiba di titik penalti. Riker berhenti, treadmill hilang, Worf jalan terus (jalan betulan, nggak di treadmill lagi), anggaplah 6 meter ke depan. Sampai titik ini, muncul layar virtual di antara Riker dan Worf, sehingga pada pandangan Riker, terlihat gambar Worf yang semakin mengecil. Padahal, pada saat yang sama Worf kembali dibuat berjalan di treadmill force field (jalan di tempat) sejauh 6 meter lagi. Layar virtual di depan Worf menampilkan gambar gawang yang semakin membesar. Layar virtual di kiri kanannya menyesuaikan. Worf berhenti, treadmill hilang, layar virtual pindah ke posisi di belakang gawang menampilkan gambar suasana lapangan di belakang gawang dan gawangnya sendiri berubah menjadi objek force field yang dibungkus hologram (supaya bisa dipegang oleh Worf).

Worf berbalik dan layar virtual yang ada di antara Worf dan Riker menampilkan gambar Riker (dan benda-benda di sekitar Riker) yang ukurannya diperkecil. Jadi pada titik ini, Riker dan Worf sudah tidak saling melihat orang aslinya, tapi proyeksi gambar satu sama lain pada layar virtual masing-masing yang ukurannya diperkecil sesuai perspektif jarak antara mereka.

Terus, Riker meletakkan bola di titik penalti. Bola dia tendang. Riker melihat bola asli melayang, Worf melihat gambar bola melayang membesar di layar virtualnya. Bola melayang sampai kira-kira 3 meter di posisi tengah-tengah antara Worf dan Riker. Pada titik itu, bola lalu dipegangin oleh force field sampai berhenti di antara layar virtual Worf dan layar virtual Riker. Pada titik ini, Riker dan Worf sama-sama tidak lagi melihat bola asli, melainkan hanya gambar di layar virtual masing-masing. Pada pandangan Riker bola mengecil, pada pandangan Worf bola membesar. Ini berlangsung sepanjang perjalanan bola sejauh 6 meter, lalu bola dilempar lagi oleh force field (dengan kecepatan dan arah yang disesuaikan) menembus layar virtual Worf, sehingga kali ini Worf yang melihat bola asli, sementara Riker tetap hanya melihat gambar di layar virtualnya. Bola sampai ke posisi Worf untuk ditangkap atau masuk ke gawang atau apalah kemungkinan lain yang bisa terjadi.

Kalau mereka masuk nggak bawa bola, berarti yang dibawa Riker awalnya (anggaplah dia ambil di tengah lapangan setelah program lapangan bola diaktifkan) adalah objek holodeck yang dibuat oleh force field dibungkus hologram. Setelah Riker menendang bola sampai ke titik tengah, force field tidak lagi diperlukan, hanya hologramnya aja (di layar virtual masing-masing, sama seperti tadi), sampai akhirnya bola sampai di sisi Worf, baru force field bola dibuat lagi supaya bisa ditangkap oleh Worf atau berinteraksi dengan gawang (yang juga force field dibungkus hologram) atau apa pun kemungkinan lain yang bisa terjadi.

Pada kasus dimensi atas-bawah juga sama. Kasus Worf diceburkan ke laut dari kapal di film Generations misalnya. Anggaplah Worf kecebur sedalam 10 meter dari plank setinggi 10 meter dari permukaan air, sehingga jarak tempuh Worf itu 20 meter. Padahal mungkin tinggi ruang holodeck cuma 15 meter misalnya. Sebetulnya Worf jatuh mungkin cuma sekitar 5 meter. Begini...

Awalnya mereka semua ada di atas kapal pada ketinggian anggaplah 7 meter di atas lantai holodeck. Mereka semua menginjak force field yang dibungkus hologram sehingga mereka merasa berdiri di atas dek kapal. Worf jatuh dari plank, anggaplah sejauh 5 meter. Sampai titik itu, badan Worf ditahan oleh force field sehingga dia melayang di tempat (sekitar 2 meter dari atas lantai holodeck). Muncul layar virtual di antara Worf dan kru Enterprise di atas kapal, sehingga pada pandangan Worf, kru mengecil dan pada pandangan kru, Worf mengecil sampai kecebur.

Worf sendiri sebenernya hanya merasakan tiupan angin (buatan force field juga) dari bawah ke atas, sementara di sekelilingnya ditutupi layar virtual yang menampilkan gambar dinding kapal bergerak dari bawah ke atas dan gambar-gambar lain (langit, air laut, horison dan sebagainya) yang bergerak dari bawah ke atas menyesuaikan perspektif pandangan Worf yang sedang jatuh. Padahal sebenernya dia itu cuma melayang di tempat. Hanya sensory inputnya aja yang ditipu oleh force field dan hologram sehingga seakan merasa dirinya jatuh. Simulasi ini terjadi sepanjang perjalanan Worf jatuh sejauh 5 meter, terus simulasi force field dan hologram diubah menjadi simulasi orang kecebur ke air.

A. Kalau kita pakai teknologi replicator:

Air direplicate, lalu Worf diceburkan beneran di air dan dimainkan oleh tekanan force field di sekitar tubuhnya plus layar virtual di sekitarnya, sehingga dia merasa seperti tercebur sampai 10 meter ke dalam air.


B. Kalau teknologi replicator dianggap tidak dipakai:

Tekanan force field pada badan Worf bukan lagi tekanan angin dari bawah ke atas, tapi tekanan air. Sementara hologram juga menampilkan gambar-gambar di dalam air laut, baik pada layar di atas, di bawah maupun di sekeliling kanan-kiri-depan-belakang Worf. Sementara yang persis menempel di tubuh Worf adalah tekanan force field yang persis tekanan air dibungkus oleh hologram gambar air. Tekanan force field air ini juga bergerak dari bawah ke atas, plus layar virtual di sekelilingnya juga menampilkan gerakan dari bawah ke atas sehingga Worf merasa seperti tercebur 10 meter di dalam air.


Apakah mereka pakai teknologi replicator atau tidak? Coba lihat aja apakah baju Worf basah atau enggak saat keluar dari holodeck.Saya juga lupa tapi kayaknya sih kering. Tapi ini yang jadi perdebatan karena tidak konsisten di banyak episodenya. Misalnya pada episode-episode lain ditampilkan baju yang kotor berdebu/berlumpur saat keluar holodeck. Paris (kalo nggak salah) belepotan oli saat keluar dari bengkel holodeck. Padahal mereka bersih saat masuk ke dalam holodeck. In the name of good fun, gue saranin sih sebaiknya ini nggak usah terlalu dipikirin. Atau bisa kita anggap aja kadang mereka pakai teknologi replicator, kadang enggak, tergantung situasi yang diperhitungkan oleh komputer.


Yaaah, itu basic-nya aja sih. Pengembangan selanjutnya silakan dipikirkan sendiri dengan logika yang sama. Gimana kalo ada 10 orang di lapangan bola itu? Gimana kalo full team? Gimana kalo jatuh ke jurang sedalam 60 meter? Dan lain-lain. Oh iya, gue jadi inget (pas ngetik jatuh ke jurang tadi). Safety protocol. Selagi safety protocol diaktifkan, nggak ada yang bisa mati di dalam program holodeck. Jadi kalo emang ceritanya si orang tadi jatuh ke jurang dan mati. Berarti dia disembunyikan oleh holodeck di mata subjek lain dan nggak ikutan main lagi (lha, karakternya udah mati kok). Konsep jatuhnya mungkin sama dengan Worf tadi, tapi setelah titik tertentu dia disembunyikan oleh holodeck, sementara yang dilihat oleh subjek lain hanya gambar di layar virtual. Kalaupun subjek lain turun ke dalam jurang untuk berinteraksi dengan mayat tadi, maka mayat yang ditampilkan adalah force field berbentuk mayat yang dibungkus hologram.

Borg yang ditembak mati oleh Picard di First Contact. Ini jelas bukan teknologi replicator, soalnya Picard bilang, "When I deactivate the safety protocol, even holographic bullets could kill." Atau kurang lebih seperti itulah, gue gak apal. Artinya pada kasus ini, peluru yang keluar dari senapan (Thomson? Chicago Typewriter?)nya Picard bukan peluru betulan yang di-replicate. Melainkan force field yang dibungkus hologram. Tapi karena safety protocolnya dimatiin, maka force field berbungkus hologram ini terus melaju dengan kecepatan dan kepadatan peluru betulan sampai menembus si Borg. Ya walaupun cuma force field dan hologram, kalau kecepatan dan kepadatannya sama ama peluru betulan ya berarti sama aja dengan kena peluru betulan.


Ario Wirawan

http://groups.yahoo.com/group/indo-startrek/message/4446

     
   

 Please read our Rules & Conditions [Prime Directive] before Joining In, Posting, and using our Forum [Briefing Room]

 
Star Trek is a registered trademark of Paramount Pictures registered in the United States Patent and Trademark Office. Star Trek , Star Trek: The Next Generation , Star Trek: Deep Space Nine , Star Trek: Voyager , and Star Trek: Enterprise are Trademarks of
PARAMOUNT PICTURES.